HUBUNGAN COPING STRESS DENGAN MOTIVASI BELAJAR REMAJA YANG ORANG TUA
NYA BERCERAI
Nama
: Nurhayati Lubis
NIM : C1AA18084
1.COPING
STRESS
Coping stress adalah usaha
perubahan kognitif dan prilaku secara konstan sebagai respon yang di lalui
individu dalam menghadapi situasi mengancam dengan cara merubah lingkungan atau
situasi yang stressfull untuk
menyelesaikan masalah, didefinisikan coping
stress suatu proses dimana individu mencoba untuk mengelola jarak yang ada
antara tuntutan-tuntutan baik itu tuntutan tuntutan yang berasal dari individu
maupun dari lingkungan dengan sumnber sumber daya yang mereka gunakan dalam
menghadapi situasi stress. Coping stress di artikan sebagai suatu
upaya yang di lakukan oleh seseorang ketika di hadapkan pada tuntutan-tuntutan
internal maupun eksternal yang di tujukan untuk mengatur suatu keadaan yang
penuh stress dengan tujuan mengurangi distres. Coping stress diartikan juga sebagai cara untuk menghadapi stres,
yang mempengaruhi bagaimana seseorang mengidentifikasi dan mencoba untuk
menyelsaikan masalah.
2.BENTUK-BENTUK DAN INDIKATOR COPING STRESS
a.Problem Focus Coping
Problem
focus coping adalah
usaha nyata berupa perilaku individu untuk mengatasi masalah, tekanan dan
tantangan, dengan mengubah kesulitan hubungan dengan lingkungan yang memerlukan
adaptasi atau dapat di sebut pula perubahan eksternal.
Adapun problem focus coping merupakan respon yang berusaha memodifikasi
sumber stress dengan menghadapi situasi sebenarnya.
3.MOTIVASI BELAJAR
Motivasi belajar merupakan penggerak atau pendorong yang memungkinkan seseorang untuk melakukan kegiatan belajar secara terus menerus. Motivasi belajar adalah faktor psikis yang bersifat non-intelektual yang berperan dalam penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar sehingga memiliki banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar merupakan dorongan yang di peroleh melalui pengalaman umum, yang distimulasi secara langsung melalui modeling, mengkomunikasikan harapan, dan pengajaran langsung oleh guru dan orang tua.
Motivasi belajar merupakan penggerak atau pendorong yang memungkinkan seseorang untuk melakukan kegiatan belajar secara terus menerus. Motivasi belajar adalah faktor psikis yang bersifat non-intelektual yang berperan dalam penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar sehingga memiliki banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar merupakan dorongan yang di peroleh melalui pengalaman umum, yang distimulasi secara langsung melalui modeling, mengkomunikasikan harapan, dan pengajaran langsung oleh guru dan orang tua.
4.MACAM-MACAM MOTIVASI BELAJAR
A.
Motivasi
Intrinstik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsi nya tidak perlu
di rangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan
untuk melakukan sesuatu.Motivasi intrinsik juga timbul tanpa memerlukan
rangsangan dari luar kaerna memang telah ada dalam diri individu itu sendiri
sejalan dengan kebutuhanya.
B.
Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif
karena adanya perangsang dari luar. Terdapat empat hal yang mempengaruhi
motivasi belajar anak yaitu linkungan
budaya, keluarga, sekolah dan diri anak itu sendiri.
5.FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi
belajar adalah :
·
Cita-cita
dan aspirasi siswa
Motivasi
belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil seperti keinginan belajar
berjalan, makan makanan lezat, berebut permainan, dapat membaca, menyanyi dan lain-lain.
·
Kemampuan
siswa
Keinginan
seorang anak perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya.
·
Kondisi
siswa
Kondisi siswa yang meliputi jasmani dan
rohani mempengaruhi motivasi belajar.
·
Kondisi
lingkungan siswa
Lingkungan
siswa dapat berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya,
dan kehidupan kemasyarakatan.
·
Unsur
dinamis dalam belajar dan pembelajaran
Siswa memiliki perasaan, perhatian,
kemauan, ingatan, dan pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup.
·
Upaya
guru dalam membelajarkan siswa
Guru adalah seorang pendidik profesional,
ia bergaul setiap hari dengan puluhan atau ratusan siswa.
Jadi terdapat gambaran mengenai coping stress dengan kondisi perilaku
anak yang orang tuanya bercerai, seperti misalnya siswa yang tidak mengikuti
pelajaran (membolos), anak itu suka mnyendiri dan minat belajar menurun,
mengalami kecemasan mendapatkan nilai jelek serta prestasi yang rendah, siswa
yang mengalami orang tua bercerai bergabung dikomunitas anak jalanan dan
mempunyai perilaku yang negatif (suka minum-minuman yang beralkohol, narkoba
dan berkelahi), sehingga mempengaruhi motivasi belajar pada siswa tersebut. Nah,
jadi pada saat seorang anak dihadapkan pada kondisi stress karena adanya suatu
permasalahan, maka secara otomatis anak tersebut berusaha untuk dapat
mengurangi atau menghilangkan perasaan stress yang dialaminya itu, dan hal itu
juga yang dilakukan oleh remaja yang mengalami stress karena perceraian orang
tuanya. Dengan dukungan dan dorongan sosial dapat meningkatkan cara seseorang
dalam menghadapi atau memecahkan masalah yang terfokus pada pengurangan reaksi
stress melalui perhatian, informasi dan umpan balik yang diperlukan seseorang
untuk melakukan Coping stress.
REFERENSI
Symonds.,Jennifer.
Schoon.,Ingrid. Eccles.,Jacquelynne. Salmela-Aro,.Katariina.(2016). The Development of Motivation and
Amotivation to Study and Works across Age-Graded Transitionis in Adolesence and
Young Adulthod.
Hakim.,Siti,Nurina.
Rahmawati.,Betty,Amalina. (2015). Strategi
Coping Dalam Menghadapi Permasalahan Akademik Pada Remaja Yang Orang Tuanya Mengalami Perceraian.Psycology
Forum UMM,ISBN:978-979-796-324-8.
Meriana.,
Ani.(2016). HUBUNGAN ANTARA COPING STRESS DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA REMAJA YANG
ORANG TUANYA BERCERAI (SAMARINDA) PSIKOBORNEO,Volume 4, Nomor 2, 2016 : 396
– 406.
Ahmad., Muayyad,M.
Dardas.,Latefa,A.(2015). Coping
Strategies as Mediators and Moderators between Stress and Quality of Life among
Parents of Children with Autistic
Disorder. Stress Health 31: 5-12 (2015). 2013 John Wiley&Sons, Ltd.
Rizky.,Elsavina.
Zulharman. Risma.,Devi. (2014) HUBUNGAN
EFIKASI DIRI DENGAN COPING STRESS
PADA MAHASISWA ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU. JOM FK
Vol 1, No 2, Oktober 2014.