Senin, 13 Mei 2019

Hubungan Coping Stress Dengan Motivasi Belajar Remaja Yang Orang Tuanya Bercerai


HUBUNGAN  COPING STRESS  DENGAN MOTIVASI BELAJAR REMAJA YANG ORANG TUA NYA BERCERAI



Nama : Nurhayati Lubis

NIM     : C1AA18084

1.COPING STRESS

Coping stress adalah usaha perubahan kognitif dan prilaku secara konstan sebagai respon yang di lalui individu dalam menghadapi situasi mengancam dengan cara merubah lingkungan atau situasi yang stressfull untuk menyelesaikan masalah, didefinisikan coping stress suatu proses dimana individu mencoba untuk mengelola jarak yang ada antara tuntutan-tuntutan baik itu tuntutan tuntutan yang berasal dari individu maupun dari lingkungan dengan sumnber sumber daya yang mereka gunakan dalam menghadapi situasi stress. Coping stress di artikan sebagai suatu upaya yang di lakukan oleh seseorang ketika di hadapkan pada tuntutan-tuntutan internal maupun eksternal yang di tujukan untuk mengatur suatu keadaan yang penuh stress dengan tujuan mengurangi distres. Coping stress diartikan juga sebagai cara untuk menghadapi stres, yang mempengaruhi bagaimana seseorang mengidentifikasi dan mencoba untuk menyelsaikan masalah.

2.BENTUK-BENTUK DAN INDIKATOR COPING STRESS

a.Problem Focus Coping

            Problem focus coping adalah usaha nyata berupa perilaku individu untuk mengatasi masalah, tekanan dan tantangan, dengan mengubah kesulitan hubungan dengan lingkungan yang memerlukan adaptasi atau dapat di sebut pula perubahan eksternal.

            Adapun problem focus coping merupakan respon yang berusaha memodifikasi sumber stress dengan menghadapi situasi sebenarnya.

3.MOTIVASI BELAJAR

Motivasi belajar  merupakan penggerak atau pendorong yang memungkinkan seseorang untuk melakukan  kegiatan belajar secara terus menerus. Motivasi belajar adalah faktor psikis yang bersifat non-intelektual yang berperan dalam penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar sehingga memiliki banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar merupakan dorongan yang di peroleh melalui pengalaman umum, yang distimulasi secara langsung melalui modeling, mengkomunikasikan harapan, dan pengajaran langsung oleh guru dan orang tua.

4.MACAM-MACAM MOTIVASI BELAJAR

A.    Motivasi Intrinstik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsi nya tidak perlu di rangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.Motivasi intrinsik juga timbul tanpa memerlukan rangsangan dari luar kaerna memang telah ada dalam diri individu itu sendiri sejalan  dengan kebutuhanya.

B.     Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif karena adanya perangsang dari luar. Terdapat empat hal yang mempengaruhi motivasi belajar anak yaitu linkungan budaya, keluarga, sekolah dan diri anak itu sendiri.

5.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR

Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar adalah :

·         Cita-cita dan aspirasi siswa

Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil seperti keinginan belajar berjalan, makan makanan lezat, berebut permainan, dapat membaca, menyanyi dan lain-lain.

·         Kemampuan siswa

Keinginan seorang anak perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya.

·         Kondisi siswa

Kondisi siswa yang meliputi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar.

·         Kondisi lingkungan siswa

Lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya, dan kehidupan kemasyarakatan.

·         Unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran

Siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, dan pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup.

·         Upaya guru dalam membelajarkan siswa

Guru adalah seorang pendidik profesional, ia bergaul setiap hari dengan puluhan atau ratusan siswa.

Jadi terdapat gambaran mengenai coping stress dengan kondisi perilaku anak yang orang tuanya bercerai, seperti misalnya siswa yang tidak mengikuti pelajaran (membolos), anak itu suka mnyendiri dan minat belajar menurun, mengalami kecemasan mendapatkan nilai jelek serta prestasi yang rendah, siswa yang mengalami orang tua bercerai bergabung dikomunitas anak jalanan dan mempunyai perilaku yang negatif (suka minum-minuman yang beralkohol, narkoba dan berkelahi), sehingga mempengaruhi motivasi belajar pada siswa tersebut. Nah, jadi pada saat seorang anak dihadapkan pada kondisi stress karena adanya suatu permasalahan, maka secara otomatis anak tersebut berusaha untuk dapat mengurangi atau menghilangkan perasaan stress yang dialaminya itu, dan hal itu juga yang dilakukan oleh remaja yang mengalami stress karena perceraian orang tuanya. Dengan dukungan dan dorongan sosial dapat meningkatkan cara seseorang dalam menghadapi atau memecahkan masalah yang terfokus pada pengurangan reaksi stress melalui perhatian, informasi dan umpan balik yang diperlukan seseorang untuk melakukan Coping stress.



REFERENSI

Symonds.,Jennifer. Schoon.,Ingrid. Eccles.,Jacquelynne. Salmela-Aro,.Katariina.(2016). The Development of Motivation and Amotivation to Study and Works across Age-Graded Transitionis in Adolesence and Young Adulthod.

Hakim.,Siti,Nurina. Rahmawati.,Betty,Amalina. (2015). Strategi Coping Dalam Menghadapi Permasalahan Akademik Pada Remaja Yang  Orang Tuanya Mengalami Perceraian.Psycology Forum UMM,ISBN:978-979-796-324-8.

Meriana., Ani.(2016). HUBUNGAN ANTARA COPING STRESS DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA REMAJA YANG ORANG TUANYA BERCERAI (SAMARINDA) PSIKOBORNEO,Volume 4, Nomor 2, 2016 : 396 – 406.

Ahmad., Muayyad,M. Dardas.,Latefa,A.(2015). Coping Strategies as Mediators and Moderators between Stress and Quality of Life among Parents of  Children with Autistic Disorder. Stress Health 31: 5-12 (2015). 2013 John Wiley&Sons, Ltd.

Rizky.,Elsavina. Zulharman. Risma.,Devi. (2014) HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN COPING STRESS PADA MAHASISWA ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU. JOM FK Vol 1, No 2, Oktober 2014.

72 komentar:

  1. Informasi yg sangat bermanfaat💗

    BalasHapus
  2. bermanfaattt sekalih ini. zemangatt terus untuk informasi berikutnya ❤

    BalasHapus
  3. Jadi harus semangat belajar, makasih infonya 👍

    BalasHapus
  4. Bagaimana hubungan antara coping stres dan motivasi belajar yang saling berkaitan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti misalnya ada anak yg broken home nah si anak ini kan mungkin berfikiran kemana2 karena di pikiran dia pasti mikir kalo org tua nya ga sayang lah apa lah itu lah, nah otomatis tdk jrg masalah seperti itu sering sekali membuat si org nya prustasi Kya putus asa atau ngelakuin kegiatan yg ga seharusnya di laluin anak2 pada umumnya nah dengan adanya Coping stress ini sangat membantu sekali bagi si anak agar berubah dari hal yg biasanya dia kaya yg depresi dan dari kebiasaan buruknya ditambah lagi dengan motivasi belajar nya menjadi dorongan bagi si anak ini agar dia mau dan kembali lagi belajar dan hidup seperti anak yg lainnnya mungkin itu pendapat saya kurang nya mohon masukannya 🙏

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Terimakasih sangat membantu dalam memenuhi tugas saya

    BalasHapus
  7. Informasi yang sangat bermanfaat👍

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Makasih teteh buat info nya..😊 bermanfaat banget buat anin😊😊😇

    BalasHapus
  10. Sangat bermanfaat banget beb

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. sangat bermanfaat, fighting kanuy

    BalasHapus